Tuesday, January 27, 2009

Lari Usir Rasa Sakit

Tak ada orang yang mau sakit. Makanya ada pepatah: Lebih baik mencegah daripada mengobati. Tapi kalau sudah sakit, ya mau ga mau mesti kita hadapi dengan tenang.
Beberapa waktu ini kadang-kadang timbul rasa sakit dan pegal-pegal di tubuhku. Tak jelas mengapa. Sebetulnya tidak terlalu sakit, hanya saja ya lebih enak kalau tak sakit dong.
Bulan lalu aku sempat sakit di bagian kanan tubuh. Pada saat tidur, aku harus berhati-hati kalau ingin membalikkan badan ke kanan karena bagian tertentu akan terasa sakit jika tergesek kasur. Rasa sakit itu hilang setelah beberapa hari dengan sendirinya.
Pertengahan bulan ini rasa sakit muncul lagi. Kali ini di bagian panggul kiri. Bahkan kalau aku bersin, rasa sakit pun menyengat. Aktivitas masih berlangsung biasa meskipun kalau naik turun tangga, aku harus lebih waspada. Setelah lima hari, sakitnya berkurang, tetapi belum hilang 100 %. Ada satu titik di panggul kiri yang terasa sakit kalau ditekan.
Bu dokter di NUH menduga bahwa ini disebabkan oleh si kanker busuk yang bercokol di tulangku. Menurut hasil bone scan yang dilakukan di RS Dharmais minggu lalu, dari sekian banyak spot yang terkena kanker, panggul kiri yang tampaknya paling “hitam” (artinya yang paling buruk).
Bu dokter tampak khawatir dan menawarkan koyok .. benar .. koyok dan painkiller semacam panadol. Tapi aku hanya menerima koyok dan menolak minum pain killer.
Meskipun sedikit sakit, aktivitasku tak terganggu. Bahkan ketika aku harus mengejar waktu agar tak terlambat menjalani pemeriksaan di NUH dan tak ketinggalan pesawat ketika kembali ke Jakarta.
Hari Jumat, 23 Januari 2009, dari Jakarta aku langsung ke Singapura. Begitu sampai di Terminal 1 Changi, aku naik Sky Train ke Terminal 2. Berbekal peta MRT yang sudah kutandai, dengan mantap aku melanjutkan perjalanan dengan MRT. Aku turun di Buena Vista dan segera menyeberang jalan. Dari sana aku akan naik shuttle bus menuju ke NUH.
Tapi mana shuttle bus-nya? Malu bertanya sesat di jalan. Maka aku bertanya kepada seorang lelaki yang sedang menunggu bis. Ia menganjurkan agar aku kembali ke seberang. Lumayan juga harus naik turun tangga penyeberangan. Di tanggal ada dua cewe dan satu cowo yang duduk-duduk sambil tertawa keras-keras. Nggak sopan, pikirku. Waktu salah satu cewe berteriak-teriak, aku tersentak. Oh rupanya orang Indonesia… Dasar...
Sampai di seberang jalan, aku sudah ngos-ngosan, tapi shuttle bus tetap tak ada, padahal tadi dalam perjalanan aku sudah melihat gedungnya. Berarti tempatnya tak jauh dari situ. Aku lalu menghubungi NUH.
“The shuttle bus doesn’t stop there. You should take the MRT and get off at the next stop,” kata si mbak penerima telepon.
Ya ampun… Bodohnya aku ini. Ya sudah aku naik taksi saja. Tapi kenapa taksi tak mau berhenti?
“Coba jalan ke sanaan dikit,” seorang perempuan muda menjawab ketika kutanya.
Setelah mengucapkan terima kasih, aku bergegas ke arah yang ditunjuk. Eh, mengapa si mbak itu mengejarku.
“The yellow bag over there, is that yours?” katanya.
Lagi-lagi ya ampun… Kantong kuning berisi hasil bone scan rupanya tertinggal di halte bis.
Akhirnya aku tiba di NUH dengan bercucuran keringat, meskipun taksinya ber-AC. Aku terlambat datang dan para petugas yang menjalankan tes BMD sudah pergi makan siang, tapi tak apa. Pemeriksaan dapat dilakukan kemudian.
Pulang dari Singapura, aku juga harus berlari-lari di airport padahal kami tiba di sana pagi-pagi sebelum check in counter buka.
Meskipun aku datang dari Jakarta sendirian, pulangnya bertiga, bersama teman dari Melbourne yang transit di Singapore sebelum menuju Jakarta.
Karena asyik melihat-lihat, kita sampai lupa waktu.
Last call,” temanku berseru ketika ia melihat papan informasi.
Waktu menunjukkan sekitar pukul 13:00 sedangkan pesawat Value Air berangkat pukul 13:35.
Segera kami bergegas menuju gerbang pemberangkatan. Ternyata jaraknya jauuuuhh sekali.
Gate closing. Hah… Gate closing,” temanku berteriak sambil melihat papan informasi. Kamipun berlari-lari. Tapi aku tak tahan. Baru lari sebentar sudah terengah-engah, jadi aku berjalan cepat saja.
Sampai di gerbang keberangkatan, ternyata pintu masih terbuka. Ada antrean panjang penumpang yang hendak naik pesawat yang sama. Lega deh.
Dan yang lebih menggembirakan, pinggulku tak sakit meskipun dibawa berlari dan koyok tak sempat aku pakai. Mungkin sakit justru hilang karena banyak bergerak. Memang olah raga itu perlu.

14 comments:

Elyani said...

Sima, gate-nya Valuair di Changi emang jauuuuuh banget, pokoknya paling ujung sendiri. Tapi ada berkah dibalik ini semua ya...lari2 ternyata malah menyembuhkan pegal2 Sima. Ayo mulai lari2 di kompleks Sima, kayaknya enak tuh daerah sana..mana banyak pepohonan lagi.

Anonymous said...

bagi yg merayakan new year lagi, happy year!

Anonymous said...

”Di tanggal ada dua cewe dan satu cowo yang duduk-duduk sambil tertawa keras-keras. Nggak sopan, pikirku. Waktu salah satu cewe berteriak-teriak, aku tersentak. Oh rupanya orang Indonesia… Dasar...”

ugh, dasar apaan??

tertawa yg ga kedengeren (kayak yang saya biasa lakukan ) mah nggak seru... so,tak sopanya itu ya in the eyes of the beholder,gitu.

tertawa itu berguna bagi kesehatan. malah ada kursus (=bayar) agar kita bisa tertawa tanpa perlu mengalami hal yang lucu...

sima said...

@Ely, kalo lari2 cape.. jalan2 aja ah..
@ano, boleh.. boleh. ga dilarang ketawa keras2.. tapi di taman aja.. jangan sambil duduk2 di tangga penyeberangan.

sima said...

ga ikut ngerayain imlek, tapi ikut seneng karena libur... senang ga usah kerja... hahahahaha (tertawa keras2.... - setuju banget sama ano kalo ketawa itu sehat.)
selamat belated imlek juga buat ano dan teman2 lain yg merayakan.

Bagus Saragih said...

"Memang olah raga itu perlu"

Kalimat ini penting. Kenapa?
Karena berhasil menohok saya yang belakangan sudah malas berolahraga

Hehe

Salut buat perjuangannya Bu Sima!

Anonymous said...

thanks Sima. sayang nggak ngerayain imlek, ribet amat. tapi kalo ada yg mau ntraktir ya monggo...

jadi ketawanya cuma di taman? weleh2 jadi ingat teman yg bilang bahwa bokapnya suka dongkol kalo teman2nya ketawa2, katanya, pergi aja ke kuburan...

juga jadi teringat guru smp, yg selalu bilang: ora ilok. kalo melihat kami menabrak "norma2".

kind regards,
ano (dr kapan namaku 'ano' beginian?)

sima said...

ano, bokap temen itu lucu juga ya masa ketawa2 di kuburan ? bareng sama kuntilanak dong? hihihihihiiiiii serem ah.

yik said...

Mb Sima, pa kabar? Morale of the story sudah jelas, jadi pertanyaannya: sudah mulai olahraga/lari beneran dan/atau teratur belum, hayooo...? :)

T Sima Gunawan said...

kabar baek yik. tp lg kedinginan di sini,pdhal dah pake jaket,besok mau pake tutup kepala ala ninja biar kuping,hidung, muka semua ketutup, anget.. hehehhe...
easy to write than to do, msh berjuang buat olah raga teratur.tiap hari dah naik turun tangga,hindarin lift. bolak-balik ke wc termasuk gerak badan jg kan? hahaha.. trims dah diingetin.

najia said...

memang olahraga akan membantu metabolisme tulang, sehingga tulang tidak cepat menjadi keropos karena aktivitas osteoclast. dan bejemur juga penting, selain konsumsi obat2 yang mendukung proses penulangan. begitu yang saya baca..
o ya mbak, boleh tau ga, gimana persisnya diet sayur n buahnya, karena saya juga living with cancer... trims/

T Sima Gunawan said...

hi najia, rupanya kita senasib yach. betul sekali, memang berjemur bagus asal jangan siang hari bolong...
diet sayur dan buah aku sih ga ketat2 amat, yg penting cukup. misalnya wortel, brokoli, jamur, labu siam, toge, sawi...
buahnya tomat dan apel (dijus campur wortel atau dimakan begitu saja), jeruk, pisang, pepaya, melon, salak.. kalo kacang dan jagung termasuk buah juga ga?
katanya orang pintar, kita dianjurkan makan 5 porsi sayur/buah setiap harinya.
kalo najia sendiri gimana dietnya?

najia said...

wah... 1 porsi tu ukurannya berapa gram ya...?

sima said...

1 porsi berapa yach? ga pernah nimbang sih, pokoknya dikira2 aja secukupnya, sekitar 1 mug atau 1 mangkok :)
tapi kata orang pintar = 80 gram,
lengkapnya ada di sini:
http://72.14.235.132/search?q=cache:o9HBVJ4QAcUJ:quezi.com/966+breast+cancer+vegetables+fruits+5+portion+gram&hl=en&ct=clnk&cd=14&gl=id&lr=lang_en|lang_id
selamat diet ya najia...