Monday, January 19, 2009

Lagi-lagi Bone Scan

Hari Sabtu kemarin (17 Januari 2009) aku bone scan lagi di RS Dharmais. Begitu datang, setelah mendaftar, mengisi formulir dan menyerahkan foto kopi KTP (ini peraturan yang mulai diberlakukan beberapa bulan yll), aku disuruh menuju suatu ruang untuk disuntik.
Pelayanannya cepat dan ramah. Seperti biasa, setelah disuntik, aku disuruh kembali 2 jam kemudian.
"Jangan lupa minum air minimal 2 liter," kata petugas.
Tak dijelaskan mengapa harus minum banyak air, tapi setahuku air itu diperlukan untuk menetralisir obat "nuklir" yang disuntikkan ke tubuh. Dengan minum banyak air, maka sisa-sisa radioaktif dapat dikeluarkan melalui air seni.
Obat ini mahal, jadi biayanya juga lumayan, hampir sejuta rupiah.
Proses bone scan hanya 20 menit. Tak perlu berganti baju seperti kalau CT scan atau mamogram. Aku telentang di meja mesin yang dingin, diselimuti dan diikat agar tak dapat begerak.
Tak sakit, tapi sebaiknya mencari posisi yang enak. Kapan itu aku pernah kesemutan ketika di scan, tapi tak berani bergerak. Jadi, kita harus memastikan bahwa kita berada dalam posisi yang nyaman.
Hari ini, Senin, sekitar jam 15:30 aku mengambil hasilnya. Foto dimasukkan dalam amplop besar disertai selembar kertas berisi keterangan dari dokter radiologi. Ketika petugas hendak merekatkan penutup amplop kecil yang berisi keterangan dari dokter itu, aku meminta agar penutup amplop tak usah direkatkan.
"Prosedurnya ini harus direkatkan," katanya sambil merekatkan amplop itu dan memasukkannya ke dalam amplop besar.
Aku tak membantah. Sampai di tempat yang aman, dengan hati-hati aku buka perekat amplop kecil itu agar tidak robek.
Berikut isi surat keterangan dari dr. Kardinah:
Tampak aktivitas patologi pada Th 5, Th 12, L1-2, os, ilium kiri, os pubis kanan dan os. femur kiri, costae 7-8 kanan dan humerus kanan. Tidak tampak aktivitas patologis pada tulang lainnya.
Kesan: Dicurigai lesi metastase pada vertebre thorakal, lumbal, pelvis, femur kiri, costae 7-8 kanan dan humerus kanan.
Anjuran: spot foto.
Spot foto dianjurkan untuk bagian-bagian tertentu yang dicurigai mengandung sel kanker. Tapi aku tidak memenuhi anjuran itu karena memang sudah jelas tampak dalam foto hasil bone scan bahwa beberapa bagian tulang memang sudah digerogoti kanker.
Setiap kali aku menjalani bone scan, petugas selalu meminta agar aku menyerahkan foto lama. Tapi sayangnya, dalam surat berisi hasil bone scan itu tidak disebutkan bagaimana perbedaan antara dulu dan sekarang. Apakah ada perbaikan atau justru ada kemunduran? Nanti aku akan melihat hasil foto lama dan membandingkannya.
Untuk jelasnya, beberapa hari lagi aku akan menemui bu dokter sekaligus untuk membahas mengenai penanganan medis selanjutnya.
.Oh ya, aku sempat mampir ke toilet di lantai dasar, paling ujung. Di sana toiletnya bersih dan ada tisuenya. Seperti yang aku lihat beberapa bulan yll, di sudut toilet terdapat tempat sampah bertuliskan "Sampah Basah".
Aku ingat sampah rumah tangga, sisa-sisa makanan dan daun-daun kering yang dikategorikan sebagai sampah basah vs kertas, plastik dan bahan yang digolongkan sebagai sampah kering. Tapi kalau di toilet, apa ya yang dimaksud dengan "Sampah Basah"? Apa air seni? Nggak mungkinlah.

7 comments:

Elyani said...

Sima, kok ada metastase? terasa sakit gak tulangnya? Moga2 nanti pas dicek di Singapore semuanya baik2 saja ya. Kita janjian mau ketemuan gak jadi2, pokoknya suatu hari harus ketemu lagi ya. Take care.

Pucca said...

jadi membaik atau malah memburuk sim? masih blom jelas ya? emang bahasa kedokteran tuh njelimet..
semoga membaik...
sampah basah mungkin tissue yang udah basah :P

Titah said...

Err... kalau dibandingkan hasil bone scan bulan Mei sepertinya beda ya Sima? But ever onward... saban buka blog ini aku suka banget berlama-lama memandangi pose Sima The Survivor di atas shoutbox itu. Kerennnnn banget!

sima said...

hi Ely, Pucca, Titah.. makasih.. makasih.. soal hasilnya itu, asal ga ada penyebaran baru, sudah bagus.
Ely, kalo ada umur panjang boleh kita menumpang mandi... (eh kok numpang mandi di rumah orang, malu dong ya..)
Pucca, kalo tisu kering gimana.. hehehhe
Titah, itu pose aku dulu waktu masih gagah perkasa.. hahahaha ..

najia said...

mba sima, semakin aku membaca blog ini, semakin aku salut dengan perjuanganmu, semoga tetap survive ya...
o ya aku pengen nanya prosedur pemberian infus Zometa, harga dan lain2 yang berhubungan, thanks.

sima said...

trims ya Najia,
semoga dirimu juga tetap semangat dan moga2 kondisi kian membaik.
prosedur pemberian infus Zometa ya biasa saja, duduk manis, lalu diukur tekanan darah, kalo normal, lalu pembuluh darah ditusuk dan dipasang selang infus. lalu cairan infus yang sudah dicampur dengan zometa dialilrkan ke tubuh kita. prosesnya sekitar 1 jam. harga zometa di YKI (Menteng) Rp 3.277.500, lebih murah dari RS dan apotik pada umumnya. Tapi aku biasa beli di tempat langgananku, apotik Prima, harga obat sama, bisa diantar di tempat. kalo memang perlu, aku bisa ksh HP pemilik apotik lewat email.

Anonymous said...

SANGAT LUAR BIASA ! KEAJAIBAN ! MENAKJUBKAN ! TIDAK MENGGUNAKAN JARUM & TANPA DI OPERASI

Ramai yang sudah datang berobat dan sembuh. Yang tak boleh jalan sudah berlari. Yang tak boleh bangun sudah bisa jalan. Bagi anda yang belum, segeralah berobat. Selagi ada kesempatan! Jangan tunggu lama-lama.

Anda mengidapi penyakit tersebut?
Kidney/ Dialysis/ Diabetic, Cancer 1st/2nd/3rd stage, Multiple Stroke,
HIV/ Aids, Parkinson Syndrome, Leukemia/Lupus, Bone Marrow, Thyroid/Fibroid, Heart Disease, Gout, High or Low Blood, Etc.

THE MIRACLE HEALER boleh mengeluarkan penyakit secara keseluruhan. Percayalah!
* Satu cara pengobatan yang dapat membantu anda menikmati kehidupan seperti sebelumnya. Pasti!
* Pembiayaan rendah dan pengobatan yang efektif sekaligus penyembuhan dalam jangka waktu yang pendek. Percaya atau tidak!

Address : No. 29 Mackenzie Rd, Mackenzie Regency, Singapore
Email : themiraclehealer@yahoo.com.sg
Tel : 65-90826299