Saturday, March 15, 2008

Jangan Beli Obat di Rumah Sakit (Part 2)

Sejak selesai menjalani kemoterapi, aku tak lagi disibukkan oleh tamu yang biasanya datang setiap bulan. Bagus juga, jadi hemat softex. Berbulan-bulan kemudian, tiba-tiba tamu itu datang lagi, berbondong-bondong dan tak mau segera pergi.
Aku jadi panik. Soalnya aku sedang menjalani terapi hormon dengan minum obat Aromasin untuk menghambat produksi hormon estrogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Obat ini hanya manjur untuk orang yang sudah menopause atau berhenti mens. Kalau tamu datang lagi, berarti sia-sia saja minum obat.
Segera aku email bu dokter di Mt. E, yang kemudian menyuruhku tes hormon ke lab. Setelah aku kirim hasilnya, ia bilang aku harus disuntik Zoladex.
“Any gynecologist knows about that,” katanya.
Aku telepon RS Internasional Bintaro untuk menanyakan jam praktek gynecologist.
“Kita sudah tidak menerima pendaftaran lagi. Hanya sampai jam 2,” kata petugas sambil menambahkan bahwa pendaftaran harus dilakukan langsung, tidak dapat melalui telepon.
Aku lihat jam. Lima menit menjelang pukul 2 siang. Waktu itu hari Sabtu, 30 Juni 2007. Untung di RS Pondok Indah ada dokter yang praktek pukul 3 siang. Segera aku meluncur ke sana. Setelah mendaftar dan mendapatkan kartu berobat, aku menuju ke tempat praktek dokter di lantai sekian.
Suster bertanya, apa keluhanku.
“Mau suntik Zoladex,” jawabku mantap.
Seorang suster lain, yang sedang berkemas-kemas untuk pulang, menaruh perhatian besar. Ia menanyakan dengan ramah apakah aku sudah membawa obatnya dan tentu saja aku bilang tidak.
“Sebaiknya beli obatnya dulu, supaya dapat disiapkan,” katanya.
Suster itu lalu mengantarku ke apotik yang letaknya berdekatan. Baik sekali ya.
Petugas di apotik mengatakan bahwa obat harus dipesan dulu. Memang saat itu ada satu ampul, tetapi itu adalah pesanan orang.
“Apakah tidak bisa dipakai dulu? Ada pasien yang memerlukannya sekarang ini,” kata suster yang ramah itu.
Tapi petugas di apotik bersikeras bahwa tidak bisa, karena obat itu adalah jatah orang lain.
“Sudah tau harganya?” ia bertanya padaku.
“Belum, berapa harganya?”
“Yang 3.6 mm harganya Rp 1.465.000, kalau 10.8 mm Rp 4.1 juta,” katanya.
Gedubrak..!!
Kata dokter, aku perlu suntikan dengan dosis 10.8 mm setiap 3 bulan sekali.
Akupun pulang dengan perut mulas, bukan karena mens, tapi karena harga obat yang mahal.
Malamnya, aku teringat dokter Win. Ia adalah dokter umum yang setiap bulan memberiku infus Zometa untuk menguatkan tulang. Aku kirim SMS, menanyakan apakah ia dapat memberikan suntikan Zoladex. Ternyata ia bisa. Wah… aku senang sekali, tidak usah ke RS.
“Beli obat di Apotik Grogol atau dengan ibu Mala di Apotik Wina, lebih murah,” katanya melalui SMS.
Segera aku telepon apotik itu. Tapi tidak ada yang menjawab. Pasti sudah tutup.
Tiba-tiba HP-ku berbunyi, pertanda ada SMS masuk.
“Apotik mungkin sudah tutup. Telepon hari Senin,” begitu SMS dari dokter yang baik hati dan penuh perhatian itu.
Hari Senin aku menghubungi Apotik Grogol dan Apotik Wina. Harga obat dosis 3.6 mm sama, yaitu Rp 1.350.000. Kalau yang 10.8 mm, harga di Apotik Grogol Rp 3,735,000. Berapa harga di Apotik Wina? Ternyata lebih murah Rp 2 ribu.
Kalau harga Zometa, di Apotik Grogol Rp 3.435.000, sedangkan di Apotik Wina tidak ada. Belakangan aku mengetahui dari dr. Win bahwa Zometa dijual di Apotik Prima dengan harga Rp 3.275.000.
“Mereka bisa menjual jauh lebih murah dari RS atau apotik lain karena mengejar omzet,” kata dokter Win.
Berapa harga Zometa di RS Dharmais? Mesti check dulu…
Kalau di NUH, harga Zometa bisa lebih murah, loh. Ini karena NUH bekerja sama dengan perusahaan obat.
If you buy two, the third one is free,” kata bu dokter NUH.
Harga satu Zometa = SGD 540. Kalau beli 2, mendapat gratis 1 dan harganya = SGD 1.080. Dengan kurs saat ini yang sekitar Rp 6.600, berarti harganya adalah Rp 7.128.000 untuk 3 ampul. Lumayan ya bedanya. Sayangnya program itu secara resmi hanya berlaku bagi warga Singapura. Untuk Aromasin, harganya tak beda jauh. Kalau Zoladex, malahan lebih mahal.
Bagaimana dengan RS pemerintah di Indonesia seperti RSCM atau RS Dharmais? Apakah ada kerja sama dengan perusahaan obat?
Aku menanyakan kepada dr. Sjamsuridjal, mantan direktur RS Dharmais yang juga praktek di RSCM. Ia adalah dokter yang baik dan sederhana, salah seorang pendiri Yayasan Pelita Ilmu yang banyak berhubungan dengan HIV/AIDS.
“Kiat murah dapat obat , dapat dibeli di Apotik Roxy atau Grogol biasanya dapat berbeda sekitar 30 % dari apotik biasa terutama untuk obat mahal. karena apotik tersebut ambil keuntungan tipis dengan omzet cepat,” katanya.
“Cara lain dengan bantuan dokter yang merawat diperkenalkan ke perusahaan pembuat obat juga potongan sekitar 20-30 %,” ia menambahkan.

Nomor telepon Apotik Grogol = 567 3393, Apotik Wina = entah di mana, mesti dicari dahulu. Apotik Prima, ada HP pemiliknya, tapi nggak bisa ditulis di sini. Telepon Apotik Roxy, coba tanya ke 108.

4 comments:

Elyani said...

Mbak Sima,

Baru ngeh obat di S'pore lebih murah. Pantas adik saya sering dititipi kawan-nya yg dokter kecantikan kulit untuk beli obat disana. Kebetulan adik memang sudah WN Singapura.
Mbak, suntikan Zoladex sepertinya sama ya dengan Tapros (GnRH analog). Dulu habis operasi endo saya juga diberi suntikan hormon selama 3 bulan. Mahal obatnya, di YPK 1 ampul akhir tahun 2004 harganya Rp. 1,4 jt. Bayar doket untuk suntik 125rb. Padahal mbok ya suntiknya gratis aja ya...wong nyuntik cuma segitu bayarnya kok mahal. Ternyata sakit repot dan menimbulkan kanker yg lain ya mbak (kantong kering).

Saya berdoa mudah2an mbak Sima sehat selalu dan tetap menulis info yang sangat bermanfaat bagi penderita kanker lain-nya. Nomer telp. Apotik sudah saya catat, kalau2 ada yg perlu. Thanks ya Mbak.

sima said...

hi Ely..
makasih banyak ya... atas doanya. semoga kita semua sehat selalu. amin, amin...

apotik grogol memang terkenal murah, obat juga bisa diantar, ga ada tambahan biaya.

obat di singapur dalam tulisan itu lebih murah karena RS kerja sama dengan perusahaan obat. salam ya buat adiknya.

Anonymous said...

Iya harga obat di RS mahalnya emang selangit.. Harga zoladex (obat) di RS yg cukup murah di RS dharmais....tdk terlalu mengambil banyak keuntungan...trus kalo apotik yang murah ya grogol...

philippe manuel said...

Mbak Sima,salam kenal. Saya paien multiple myeloma. Tiap bln perlu suntikan zometa buat menguatkan tulang. Boleh minta informasi dokter yg membantu memberikan infus zometa kpd Mbak? spy sy tdk usah ke dokter didharmais. Email sy : ellyphink@yahoo.com.

Apakah mbak sampai saat ini msh suntik zometa? sy perlu suntik zometa selama 2 thn
Boleh minta email mbak?