Thursday, February 7, 2008

A Cure for Cancer A Distant Dream


Kalau sakit kepala, aku minum Pa**dol (sengaja disamarkan biar ga disangka promosi) dan biasanya langsung sembuh. Kalau diare, aku minum No*it dan segera berhenti buang air. Begitu pula kalau batuk, pilek atau sariawan. Sudah jelas obatnya dan biasanya sembuh walaupun perlu waktu beberapa hari.
.
Tapi kalau kena kanker bagaimana? Aku sudah minum obat bertahun-tahun tapi tak juga sembuh. Hasil tes darah terakhir (Jumat, 1 Februari 2008) menunjukkan bahwa sel-sel kanker itu masih belum terkendali.
.
Banyak obat yang katanya bisa menyembuhkan kanker. Untuk stadium awal kemungkinan untuk “sembuh” mencapai 70 persen. Sembuh dalam tanda kutip karena konon kabarnya sel-sel kanker itu sebetulnya masih ada, tapi tak terdeteksi, dan masih bisa muncul lagi.
.
Secara ilmiah memang belum ada obat yang mampu memberantas penyakit ini hingga keakar-akarnya, terutama setelah tumor mencapai ukuran lebih dari 2 cm atau sudah menjalar ke kelenjar getah bening. Obat yang ada hanya bisa mencegah agar sel-sel kanker yang masih bercokol dalam tubuh tidak berkembang.
.
Kenapa kanker susah diobati?
.
Jawabannya gampang. Karena penyebab kanker sendiri sampai sekarang belum diketahui dengan pasti.
.
Tapi yang jelas, ada beberapa pemicu penyakit ini, termasuk:
1. Faktor keturunan.
2. Faktor genetika dan hormonal.
3. Gaya hidup tak sehat.
.
Untuk nomor 1 dan nomor 2 memang tak bisa dihindari. Dalam riwayat keluarga ada nenek meninggal kaerna kanker payudara yang kemudian menyerang tulang. Ibu kena kanker leher rahim dan dioperasi tahun 1995 tetapi sampai sekarang masih sehat meskipun usianya tahun ini genap 80 tahun. Resepnya: kurangi makan daging, perbanyak makan sayur, buah dan nasi dari beras merah yang diolah sendiri (jangan beli di warung) dan air putih, serta banyak gerak (senam).
.
Mengenai gaya hidup tak sehat, ini tentu bisa diatasi, meskipun mula-mula pasti terasa berat. Banyak banget yang harus dihindari, termasuk alkohol, rokok, makanan yang mengandung bahan pengawet dan bahan-bahan kimia serta makanan yang digoreng dengan minyak yang dipakai lebih dari 3 kali. Sedapat mungkin jauhi juga MSG atawa bumbu penyedap.
.
Makan Indomi memang enak, praktis dan murah. Apalagi goreng-gorengan seperti tahu, tempe dan bakwan yang banyak dijual di pinggir jalan … yummy….!
Tapi awas. Jangan keseringan … Bisa bahaya loh…
.
Kembali ke soal obat, sekarang ini masih terus dilakukan berbagai riset untuk mendapatkan obat yang manjur. Obat-obat yang ada juga masih termasuk relatif baru kaerna penyakit kanker sendiri juga termasuk penyakit baru. Eh, salah. Sebetulnya bukan penyakit baru. Tumor itu sudah dikenal dari jaman dinosaurus. Tapi penelitian yang gencar baru dimulai tahun 1950-an setelah para orang pintar minum Tolak Angin.. eh salah lagi…Mereka mulai melihat penyebab kanker dari sudut pandang molekuler setelah Francis Crick dan James Watson berhasil mengurai struktur DNA. Aku sendiri waktu itu belum lahir, jadi jangan tanya siapa itu Francis dan James, coba saja lihat di info.cancerresearchuk.org.
.
Karena tergolong baru, maka obat-obat kanker itu muahal. Jenisnya ada beberapa dan obat yang cocok buat si A belum tentu cocok buat si B.
.
Lalu, bagaimana kita bisa tahu obat mana yang paling cocok buat kita?
.
Ternyata semua itu masih berdasarkan coba-coba alias trial and error. Hal itu diakui oleh bu dokter dari NUH ketika aku bertanya-tanya tentang tumor marker aku yang terus meningkat walaupun aku rajin minum obat. Peningkatan itu bisa merupakan indikasi bahwa terjadi penyebaran baru ke tempat lain. Tapi ini belum pasti. Untuk memastikannya, aku harus menjalani CT scan dan bone scan.
.
Akhir pekan ini aku akan ke RS Pluit untuk CT scan dan minggu depan ke RS Dharmais untuk bone scan. Kalau hasilnya jelek, kemungkinan obat harus diganti. Mudah-mudahan hasilnya bagus ya…

4 comments:

Titah said...

Sima, dah baca buku "Melawan Kanker" by Anne E. Frahm & David J. Frahm? (Bisa dibeli di toko buku, versi Inggrisnya bisa dibeli di amazon.com). Bagus tuh isinya, pengalaman pribadi penyintas kanker yang dah divonis umurnya tinggal 1 bulan, tapi berhasil sembuh dalam waktu 5 minggu pakai detox+diet+suplemen. Ceritanya masuk akal dan memberi harapan besar. Mungkin bisa Sima terapin cara-caranya. Saya pengin nerapin tuk adik saya, sayang di seantero Jatim gak ada satu pun nutritionist yang bisa membimbingnya...

sima said...

belum baca sih, tapi trims banyak ya, Titah...
itu sangat membesarkan hati, nanti coba dicari. semoga keadaan adik Titah makin membaik...

AugustMist said...

Hi,
Salam kenal, namaku Misty. Aku di fwd sama temanku tentang blog ini.
Suamiku kena leukemia dan sempat berobat di NUH. Sekarang pindah ke SGH karena ya itu tadi. Obatnya resisten, jadi sekarang ikutan drug trial yang ada di SGH.

Sejak suamiku terdiagnose leukemia, aku jadi banyak belajar tentang leukemia dan kanker secara umum.

Papaku dulu meninggal karena kanker paru, jadi ya..gitu deh.

Mudah-mudahan aku boleh baca blognya terus yaaa.

Thanks

sima said...

Hi Misty, namanya bagus, melankolis, ada lagunya tuh :)

Salam kenal kembali. Trims sudah mampir. Tentu saja boleh baca terus... ga dipungut biaya kok...
I'm sorry about ur dad.
Semoga suami lekas sembuh ya.