Wednesday, November 4, 2009

Setetes embun di gurun Sahara

“Sudah dua minggu nggak update ayomari, kenapa?” seorang kawan bertanya melalui YM.
“Siang Sima, apa kabar? Lama ga senam. Senam lagi yuk, dicariin sama teman2,” begitu bunyi SMS yang aku terima minggu lalu.
Perhatian, sekecil apa pun, sungguh merupakan hal yang menyejukkan. Bagaikan setetes embun di gurun Sahara. He..he..he.. sok puitis …. padahal, nyambung nggak, ya?
Yang jelas, siapa sih orang yang nggak suka diperhatiin? Semua orang pasti senang kalo ada yg kasih perhatian, apa pun bentuknya. Coba senyum sama tukang bakso yang lewat depan rumah. Pasti si abang senang, meskipun kita nggak beli... dan gigi kita tonggos alias tuwan sinyo (untune kedawan, gusine menyonyo). Atau tanyakan ke satpam yang baru menjadi bapak, gimana kabar anaknya. Tentu dia senang sekali.
Nah, apalagi kalau yang dikasih perhatian itu orang yang lagi mengalami kesusahan, entah abis diomelin si bos karena kerjaan salah mlulu, lagi dikejar2 debt collector karena lama nunggak tagihan kartu kredit, lagi sakit gigi, sakit panu atau sakit lainnya, termasuk kanker.
Perhatian tak segera menyelesaikan masalah. Kemarahan si bos tak akan otomatis berkurang, utang tak langsung terbayar dan penyakit tetap bercokol. Tapi paling tidak perhatian itu bisa menumbuhkan semangat.
Semangat merupakan hal yang sangat diperlukan bagi semua orang, terlebih lagi, penyintas kanker yang harus berjuang untuk terus dapat menikmati segarnya tiupan angin dan hangatnya sinar matahari pagi, untuk terus dapat beraktivitas dan produktif, untuk terus dapat tersenyum dan tertawa gembira.
Tanpa semangat, hidup akan suram dan hampa.
Semangat jugalah yang aku perlukan ketika kondisi kesehatan menurun. Tak jelas apa sebabnya, beberapa hari belakangan ini badan terasa rapuh dan lemas. Kadang-kadang rasanya kok seperti sudah 80 tahun mskipun belum ompong.
Sejak awal bulan Oktober aku berhenti senam karena kaki sakit, padahal olah raga itu perlu. Bahkan wajib hukumnya jika kita ingin sehat. Seharusnya aku bisa berolah raga sendiri sebisanya di rumah, tetapi malas….
Hari Senin (Nov.2, 2009) sebetulnya aku berniat ikut senam. Bukan senam aerobik yang banyak jingkrak-jingkraknya itu melainkan senam ringan saja. Tapi kenapa ya, bangun tidur badan rasanya tak ada tenaga. Ya sudah, aku di rumah saja.
Eh, siangnya aku mendapat ajakan senam melalui SMS. Hanya beberapa kata, tapi efeknya cukup besar. Ok. Aku bertekad untuk berusaha kembali rajin berolah raga.
Hari Selasa, aku penuhi janjiku. Kebetulan badanku juga tidak selemas hari sebelumnya.
Jam 6 pagi aku sudah siap di lapangan parkir Carrefour dekat rumah, tempat senam diadakan. Tunggu punya tunggu… kegiatannya tak juga dimulai gara-gara listrik padam …. Akhirnya senam dilakukan tanpa musik… Kurang seru ya…. apalagi karena peserta aktif yang suaranya paling keras sedang absen karena jatuh pingsan dari panggung ketika meramaikan suatu acara.
Meski tanpa musik, tak masalah. Yang penting bisa olah raga. Tentu saja aku juga tahu diri, kalau ada gerakan yang terasa sulit, aku tidak mengikutinya.
Badanku terasa lebih enteng. Tapi anehnya, di siang hari badan pegal setengah mati. Dalam posisi duduk, bagian pinggang dan pinggul terasa sangat tidak nyaman. Karena itu, di kantor aku bolak balik ke toilet sekedar untuk menggerakkan badan agar tak terlalu pegal.
Aku mengeluh pada suhu chi, yang menanggapi dengan mengirimkan energi untuk menghilangkan rasa pegal itu. Sejenak, rasa pegal agak berkurang. Tak jelas apakah ini karena sugesti atau betul2 berkurang sakitnya. Yang jelas, tak lama kemudian rasa pegal kembali menyerang.
Sampai di rumah, aku terpaksa minum painkiller sebelum tidur.
Tadi pagi badan masih sedikit kurang enak. Tapi aku bisa ikut senam. Setelah sarapan, aku putuskan untuk minum obat lagi sebagai pencegahan rasa sakit.
Sekarang sudah malam dan badanku terasa cukup enak. Tidak sakit, tidak pegal. Eh, agak pegal di pinggang, tapi hanya sedikiiiit.
Mudah-mudahan besok pagi dan seterusnya aku bisa terbebas dari rasa sakit dan yang tak kalah pentingnya adalah bebas dari pil penghilang rasa sakit.
Semoga saja harapan itu segera menjadi kenyaataan dengan dukungan doa, kegiatan olahraga yang rutin, terapi chi yang tengah aku jalani dan obat yang tepat sesuai saran dokter. Dan … tentunya juga semangat yang tak boleh pudar serta pikiran yang positif dan jauh dari stres.

10 comments:

Anonymous said...

Sim, aku ikut senang dengan semangat dan gurauanmu , seakan kamu mentertawakan rasa sakitmu,ini bener2 sikap yg terpuji an teruji buat modal menjalani hidup yg kadang kurang ramah, harapanku terapi chi yg sedang kamu jalani bisa membawa hasil seperti yg diharapkan. diluar semua usaha ini,jangan pernah berhenti mempercayakan segenap hidup ini dan berharap hanya pada TUHAN, mukjizat itu ada :) Semoga hari ini sakit kakimu sdh lebih enakan... :)

amd said...

pln memang kejam skali akhir-akhir ini. semoga mbak Sima smangat lagi latihan yah (oooh, look who's talking ini...haha, teori aja, tp praktekin sendiri gak bisa hehe).pokoke all the best buwat mbak Sima tersayank :D

Yuniko said...

Senamnya yang ringan-ringan aja yha...

sima said...

@chris, trims yach. memang betul, kita harus berserah pada Tuhan. aku juga percaya bahwa adanya mukjizat yang dapat terjadi karena kemurahanNya.
@rita, kamu bisa aja sih... pokoke thx buat supportnya yach...
@mbak yuniko, untung ya gerakannya kebanyakan ringan. maklumlah, pesertanya juga banyak manula...

Pucca said...

ternyata senam pagi juga kena imbas pln ya.. semoga sakitnya gak bertahan lama sim, semoga kamu cepet sembuh ya ^^
emang kalo ada yang perhatian kalo kita kesusahan rasanya bahagia ya :)

sima said...

hi vi, keadaanku lumayan oke. trims. setuju, rasa bahagia itu bisa kita dapat dari hal2 kecil... dan itu membuat hidup yg indah ini semakin menyenangkan :)

yik said...

Hi mb Sima, mudah2an sakit & pegel2nya dah sembuh. Kalo senamnya yoga gimana? Kan ada tuh teman kita yg guru yoga :))

sima said...

hi Yik.. sakitnya datang dan pergi, tp gpp kok.. msh ok.
dulu yoga di kantor, gurunya teman kita itu..., tp gitu deh.. pesertanya menipis dan akhirnya ya bubar... :(

Between Lines said...

Ya Sima, biar cepat sembuh , nih aku kirim tenaga chi (kerasa ga?) dari London! Mudah-mudahan tenaga chi yang aku kirim bisa membuatmu bersemangat!

sima said...

wahh langsung kerasa enaaakkk... hahahaha... trims ya Ln :)