Sunday, April 13, 2008

Is cat dung coffee worth $100 a shot?

Musang ternyata punya andil dalam pengumpulan dana bagi penyintas kanker. Ini terjadi di London.
Jangan bayangkan sang musang mengedarkan kotak sumbangan atau memainkan pertunjukan seperti dalam sirkus. Mungkin hewan itu bahkan tak sadar akan peran mereka dalam aksi pengumpulan dana yang dilakukan oleh toko Peter Jones di kota yang terkenal dengan Big Ben-nya itu.
Menurut CNN hari Jumat (11 April 2008), toko itu menawarkan Cafee Rero, campuran kopi luwak dari Indonesia dan Blue Mountain dari Jamaica seharga $100 per cangkir kepada para dermawan.
Cafee Rero yang amat langka di dunia ini dibuat oleh perusahaan Itali, De Longhi.
Kopi luwak diproduksi di Indonesia hanya 260 kilo per tahun, kata CNN.
Kopi luwak ini diproses dari biji kopi yang ditelan luwak atau musang dan dikeluarkan bersama-sama kotorannya. Hiii.. Geli ya. Tapi memang begitulah ceritanya. Waktu SD aku juga sudah mendengar tentang kopi luwak. Biji kopi yang diambil dari kotoran luwak itu dipercaya sebagai biji kopi pilihan karena luwak hanya mengambil kopi terbaik yang sudah masak.
Kantor berita Reuters sebelumnya pernah menulis mengapa kopi luwak enak sekali.
"As the beans enter the civet's digestive system, an enzyme which breaks proteins into smaller parts interacts with the beans," said Marcone, an assistant professor at the department of food science at Canada's University of Guelph.
"The smaller protein will then react with the beans' carbohydrate or sugar during roasting, giving kopi luwak its famous, chocolaty, earthy and musty flavor," Marcone explained.
Bagi orang Eropa, minum kopi yang diperoleh melalui proses seperti itu merupakan sensasi luar biasa. Mereka tentu terkagum-kagum dengan kehebatan musang dalam mencari biji kopi terbaik dan tentu tak pernah terbayangkan kalau ada kopi yang diproses dengan cara sedemikian “eksotis”-nya.
Sementara mereka memberikan perhatian besar terhadap proses alamiah tradisional, orang Indonesia justru tergila-gila pada hal yang berbau kebarat-baratan. Kopi luwak yang kini banyak digandrungi warga asing, justru sulit diperoleh di kedai kopi papan atas di kota-kota besar di Indonesia.
Tetapi bukan berarti nggak ada lho. Di Sanur ada kopi Bali House yang menjual kopi luwak seharga Rp 200.000 per poci, cukup untuk 3 cangkir.
Di AS kabarnya harga jual sekilo kopi luwak mencapai $1.200.
Kalau memang kopi luwak mempunyai daya jual sedemikian tinggi, kenapa yach tidak dikembangkan secara besar-besaran di Indonesia? Selain bisa membuka lapangan kerja baru, tentu hasilnya bisa juga dipakai untuk membantu para penyintas kanker yang memerlukannya.
(Mungkin para peternak ayam, kambing atau lele dumbo perlu juga mencoba beternak musang ... hehehhe.. )


CNN http://edition.cnn.com/2008/WORLD/europe/04/10/coffee.dung/index.html
Reuters : http://news.devxstudio.com/world-news/Civet-droppings-add-flavor-to-Indonesian-coffee-Reuters/

7 comments:

Elyani said...

hihihi...mbak Sima ada2 aja! Peternak ayam, lele dsb juga binun musti cari luwak dimana? lha populasi luwak saja ada berapa di Indo saja rasanya kita juga gak punya datanya. Ya, begitulah bangsa kita..serba western oriented. Untungnya aku bukan penggemar berat kopi. Sampai sekarang juga ogah disuruh nongkrong di Starbuck, karena 1 cangkir disana bisa buat beli indocafe 3 in 1 kemasan yg kotak 2 tau 3 kotak isi @5 sachet (hehehe ... ketahuan pelitnya!). Kenapa ya pengusaha kita juga gak bikin coffee shop yg ngindonesia kaya kopi tiam di Singapore? Minum kopi kan gak usah pakai stileto, supersize dark glasses, baju yang wah dan parfum yg semriwing. Kok kita gak bisa ya menciptakan suasana yg lebih akrab dan terjangkau. Meski aku gak sering2 minum kopi, menurutku kopi di kopi tiam Singapore yg ada diseluruh pelosok negara itu uenak dan mantap. Padahal cuma kopi dan susu kental manis. Kita juga kan punya kopi tubruk.

titah said...

trus ceritanya tentang pengumpulan dana gimana? koq asyik cerita yang "eksotis2" sampai cerita aslinya kelupaan hehe...

Anonymous said...

ttg Reiki. "...pernah sakti." wah,emangnya bisa menghilang segala,misalnya,kalo ga latihan lagi atau apa?

soal lain,baru saya baca soal obat sakit jantungnya si Merck Vioxx.
menurut Reuter dan AFP,yg mengutip Jama (jurnal kedokteran asosiasi dokter USA) di USA, perusahaan raksasa tsb melakukan menipuan...

bukan obat palsu saja yg ditakuti konsumen...

hal lain,menurut penelitian, berdoa/ meditasi (termasuk bagi orang ateis) itu akibatnya positif bagi daya tahan tubuh.murah meriah lagi.

Anonymous said...

http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/299/15/1800

sima said...

Titah,
cerita ttg pengumpulan dana masih berlangsung saat tulisan dibuat... :) tapi nggak tau berapa yg terkumpul. katanya sih ada aja yg beli kopinya.

Ano,
kata pak guru, semakin sering praktisi reiki mengamalkan ilmunya, semakin bertambah kekuatannya. kalo lama ga dipakai/ga latihan, berarti ya makin lemah...

jama = journal of american medical association, kirain sejenis jamu... berat dan panjang banget isinya, baru ngeliat udah pusing.

Therry said...

Kalau kopi sachet-an yang merknya "Kopi Luwak" itu beneran dari luwak juga atau cuma merk doang? Soalnya banyak dijual di supermarket dan lumayan terjangkau koq.

Anyway, pernah nyoba sekali (karena bokap beli), sehabis minum, payudara malah meradang. Weks.

Stay away from coffee aja deh... ^^

sima said...

Therry, kayaknya itu cuma mereknya deh. soalnya kalo beneran asli dari luwak, mmmm it's too good to be true.

aku masih suka minum kopi, tapi udh dikurangi, dulu bisa 3 mug, sekarang 1 aja. gulanya dulu bisa 3sendok, sekarang 1 sendok, atau gula batu atau gula jawa. yach memang kalo bisa ya ga usah minum kopi sama sekali.