Tuesday, October 11, 2011

Yang Heboh di Bulan Istimewa

Bulan ini bulan istimewa karena merupakan Bulan Peduli Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month yang diperingati di seluruh dunia.




Eh, bener nggak sih seluruh dunia memperingatinya? Jangankan seluruh dunia, coba lihat di sekitar kita. Apa ada acara terkait dengan topik itu?


Memang belum banyak orang yang mengetahuinya, misalnya dibandingkan dengan Hari Aids Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Tahun lalu, dalam rangka meningkatkan kepedulian akan kanker payudara ada jalan santai yang meriah di Jakarta. Tahun ini ada apa ya? Biasanya sih paling tidak ada seminar-seminar untuk meningkatkan kesadaran akan kanker payudara. Tapi belum ada info yang tersebar luas mengenai acara yang bakal digelar atau mungkin sudah dilaksanakan di sini.


Kalau di luar negeri sih sudah heboh... Selain jalan santai atau lari gembira, banyak bazaar serta acara asyik yang menyedot perhatian banyak orang. Misalnya, ada pemutaran 5 film pendek yang berkisah tentang kanker payudara melalui komedi dan drama. Film yang disiarkan oleh stasiun televisi Lifetime di Amrik hari Senin kemarin ini ditangani oleh artis terkenal Jennifer Aniston sebagai produser eksekutif sedangkan sutradaranya adalah Jennifer serta Demi Moore, Alicia Keys, Patty Jenkins dan Penelope Sheeris.


Bulan ini petugas pemadam kebakaran di Port Huron dan Marysville, Michigan, mengenakan kaos merah jambu di balik seragam mereka. Kaos itu juga dijual dalam usaha untuk menggalang dana.


Di Inggris, tepatnya di Lexington, ada acara Think Pink Cele-bra-tion yang bakal digelar tgl. 13 Oktober 2011. Paling sedikit 15 kutang unik berseni dipamerkan melalui fashion show dan akan dilelang.


Seorang penyintas kanker (cancer survivor) Linda Maloley menampilkan dua bra yang dibuat dengan inspirasi pengalaman pribadinya.


Ia sendiri sudah didiagnosa menderita kanker tiga kali.


”Nakutin deh, tapi hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah mengobatinya dengan cara yang tepat,” katanya.


Ia menciptakan ”Flat Busted”, bra berbentuk dompet dengan cek dan tagihan yang menyembul keluar, sebagai refleksi keprihatinannya atas biaya yang harus ditanggung penderita kanker.


Karyanya yang lain adalah ”Support Bra” yang dibuat sebagai ungkapan rasa terima kasih atas dukungan yang diterimanya ketika berjuang mengatasi kanker payudara untuk kedua kalinya. Bra itu terbuat dari bunga-bungaan dan dedaunan. Setiap helai bunga ditempeli foto atau initial orang yang telah membantunya.


Sementara itu di kota Kingston yang terletak di Pennsylvania, Amrik, hari Sabtu minggu lalu ada iring-iringan unik yang diikuti sekitar 300 orang dan ribuan bra. Mereka berjalan sambil membawa bra yang diikatkan satu sama lain, melewati jembatan di kota itu dalam acara yang disebut Bra Across the Bridge.


Bra juga digunakan sebagai media dalam kampanye peningkatan kesadaran dan kepedulian atas kanker payudara di Savannah, Georgia. Rencananya rangkaian bra akan digantungkan di berbagai perempatan utama di kota itu. Tapi acara itu terancam batal karena pemerintah kota keberatan karena menganggapnya Herselera rendah dan nggak pantas diadakan di tempat umum, seperti yang diberitakan oleh Savannah Morning News.


Memang bra merupakan barang yang mengundang perhatian publik. Di Indonesia sendiri pernah ada pameran bra, tapi tidak ada hubungannya dengan kanker payudara.


Bagaimana kalau dalam rangka Bulan Peduli Kanker Payudara diadakan arak-arakan dengan peserta membawa bambu runcing yang ujungnya diikat dengan bra?


Atau bayangkan betapa hebohnya kalau ada acara pengibaran bra di Monas. Pasti seru sekali... Hanya saja mesti siap2 diprotes MUI, FPI dan Satpol PP....

4 comments:

amd said...

Ahahaa..., geli banget ngebayangin pawai peduli kanker payudara sambil bawa bambu runcing berbendera bra, Mbak Sima, ahahaaa..... Thank you so much for this amazing posting, yang seperti posting2 terdahulu, selalu informatif, sekaligus inspiring.

Saya juga sudah mencatat dalam my black book *ihik ihik..* untuk membeli dvd film FIVE ini kalo nanti ke Jakarta. Saya suka dengan konsep Jen Aniston dkk utk menyampaikan informasi dan tentunya smangat juang para survivor ke publik melalui medium yang populer seperti film. Untuk kondisi Indonesia, semangat ini, utk saat ini, bisa direalisasikan dengan cara mencicil, misalnya dalam dialog, dsb. Semoga suatu hari nanti Indonesia juga mampu memproduksi hal semacam ini juga :D

BTW sebenarnya aku tu merasa ada getaran-getaran indra ketujuh (indra keenam saya sangat aktif untuk mendeteksi datangnya Mas Min, si penjual bakso langganan :D ) untuk mengunjungi blog ini, dan to my surprise, tenyata ada posting baru dari Mbak Sima kita tersayang. Horeeee.! You're so wonderful, Sis. All the best for you. Mwaaaah!

yik said...

Sama spt di Amrik, di sini kegiatan2 fundraising (utk riset) & kampanye peduli kanker payudara juga banyak - mungkin plg maju & heboh dibanding isu2 lain. Di toko2, misalnya, pd bulan2 peduli kanker ada sebgn stok barang yg kemasannya disertai logo pink ribbon, artinya sebgn hasil penjualannya disumbangkan utk riset. Breast Cancer Foundation di sini juga bagus websitenya, termasuk memberi ide utk yg berminat ngadain kegiatan fundraising.

Pucca said...

wakakak.. kalo beneran ada bra di monas pasti lucu atau lomba memenuhi bundara hi dengan bra warna warni hihi..

Anas said...

Kak Tabita, ada2 aja sih idenya, tapi memang asyik kalo bisa diwujudkan. :))