Tuesday, August 2, 2011

Menjelang Kematian?


Beberapa waktu yll seorang teman bertanya: “Kalau baca SMS pusing nggak?”


“Oh, sama sekali enggak,” jawabku.


Pertanyaan serupa datang lagi kemarin dari teman lain.


”Kamu bisa baca (buku)?”


”Bisa dong....”


Rupanya mereka sangat prihatin dengan kondisiku dan mengkhawatirkan bahwa keadaanku sudah sedemikian parahnya sehingga kepala bisa puyeng hanya karena membaca SMS, apalagi buku.


Mereka pasti menganggap bahwa sebagai penderita kanker stadium 4 yang sudah lebih dari tiga bulan tergeletak di tempat tidur, pasti kondisiku sangat mengenaskan. Apalagi ditambah dengan bagian badan bawah tubuh dan kaki yang tak dapat digerakkan. Hiiiihh serem....


Memang betul aku kena kanker. Memang betul penyakit itu sudah memasuki stadium 4 karena sel2 kanker yang tadinya bercokol di payudara sudah menyebar ke berbagai bagian tulang, termasuk tulang belakang. Memang betul sumsum tulang belakang juga tak luput dari serangan panyakit ini sehingga syaraf terganggu sehingga kaki terkulai layu, lumpuh.


Tapi itu bukan berarti bahwa sepanjang hari aku hanya terkapar tanpa daya, memandang langit2 kamar dengan pandangan kosong sambil meratapi nasib.


Tuhan Maha Baik. Aku masih dapat membaca, menulis dan berhitung… Sebagai penulis, sekali-kali tulisanku masih muncul di media tempatku bekerja (dan tentu saja di blog). Sebagai penerjemah independen, aku masih dapat mengerjakan tugas dengan baik jika ada order pekerjaan.


Syukurlah aku masih dapat menjalani hidup yang berkualitas, walau penuh perjuangan. Perjuangan ini masih berlanjut terus dan sekarang ini berbentuk kemoterapi. Dulu aku sudah pernah menjalani kemoterapi sebanyak dua kali. Berbeda dengan kemo sebelumnya yang dilakukan dengan infus, kali ini aku menjalani kemo oral. Obat cukup diminum saja.


Nama obat kemo ini capecitabine dengan merek Xeloda. Di RS Dharmais harganya tak kurang dari Rp 43 ribu per kapsul sedangkan di Apotek Grogol Rp 38 rbu dan di salesman langgananku Rp 37 ribu. Obat diminum pagi dan malam, masing2 sebanyak tiga kapsul. Obat ini diminum selama dua minggu berturut2, lalu setelah ada jeda selama seminggu, obat kembali diminum dalam jangka waktu yang sama. Proses ini diulang sampai delapan kali atau 24 minggu alias enam bulan. Karena aku mulai minum obat tgl. 2 Juli 2011, maka kemo kali ini kira2 baru akan selesai Januari tahun depan. Lama ya?


Berbeda dengan kemo melalui infus, kemo oral lebih sedikit efek sampingnya dan tidak mengakibatkan kerontokan rambut. Pengaruhnya pada setiap orang berbeda. Ada yang mual dan kehilangan nafsu makan. Aku sendiri waktu pertama kali minum obat itu merasa sangat tidak nyaman selama dua hari. Bukan rambut, tapi badan yang serasa mau rontok... Untunglah itu tak berlangsung lama.


Beberapa hari kemudian, badan terasa jauh lebih baik. Tadinya, sebelum kemo, aku sering merasa nyeri di dada kiri. Tapi rasa nyeri itu telah berkurang, bahkan sekarang sama sekali sudah reda.


Dulu aku selalu terbangun setiap malam... eh, pagi, sekitar jam 1... dan tidak dapat tidur sampai subuh karena kepanasan meskipun ruangan ber-AC. Kapan itu pernah aku bertanya ke dokter soal rasa panas yang sering menggangguku dan memperoleh jawaban: ”Itu karena penyakitnya.” Sekarang aku masih suka terbangun, tapi relatif lebih mudah tidur kembali.


Oh ya, aku juga minum air rebusan daun sirsak. Dulu daun sirsak kuperoleh dari teman yang mendapatkannya dari saudara yang memiliki pohon sirsak. Tapi kini daun sirsak banyak dijual setelah dikeringkan dan dipotong2 kecil serta dimasukkan ke dalam plastik. Sangat praktis. Seorang teman pernah memberiku satu dos daun sirsak kering tsb.


Konon kabarnya daun sirsak sangat bagus, lebih hebat dari kemo. Efek sampingnya adalah tubuh merasa panas. Jadi, apakah aku seringkali kepanasan karena minum rebusan air daun sirsak? Belum tentu. Karena suatu ketika aku berhenti meminumnya, tetapi badan tetap saja merasa panas.


Kembali ke awal cerita.... Teman yang menanyakan apakah aku pusing kalau membaca SMS ternyata punya niat tertentu. Sebelumnya ia menanyakan nomor PIN Blackberry, padahal aku nggak punya BB.


”Teman-teman sepakat untuk membelikan BB untukmu supaya kita bisa ramai2 ngobrol....,” katanya.


Aduh, baik banget teman2 SMA-ku itu.


Sedangkan teman yang menanyakan apakah aku bisa membaca (buku), datang ke rumah sambil membawa buah2an dan sebuah buku.


Sebelum pulang, ia menyerahkan buku yg masih terbungkus dalam kantong plastik.


”Banyak yang terbantu dengan buku ini,” katanya. “Jangan lihat judulnya,” ia menambahkan,


Setelah ia berlalu, aku ambil buku itu dari kantong plastik. Judulnya 10 Jam Menjelang Kematian.


Buku itu mengisahkan tentang pasien kanker yang oleh dokter divonis tinggal hidup 10 jam, tetapi ternyata ia bisa bertahan hidup bertahun2 kemudian, sampai sekarang. Resepnya: keteguhan iman pada Tuhan.

18 comments:

ad said...

Dan kami pun beruntung karena Sima masih bersedia membantu dengan pekerjaan terjemahan yang berkualitas. Terima kasih, Sima. Life goes on :)

Pucca said...

senang ya punya teman baik2 sim.. kalo udah ada bb pamer2 ya hehe..

katanya daun sirsak emang bagus, coba aja diminum teratur sehari 2 kali, rasanya lumayan kan, gua juga pernah minum kaya teh gitu..

sima said...

@ad - sama2... ad, aku jg beruntung dpt orderan terjemahan berkat rekomendasimu. :)

@pucca - iya dong.. senang punya teman baik2. dukungan teman2 selama ini banyak membantuku dalam menjalani hidup yang penuh liku2 ini.

aku minum rebusan air daun sirsak 2x sehari. betul, enaknya diminum waktu hangat, jadi kayak teh. kalo dan dingin agak pahit.

amd said...

Aku baru tahu kalau daun sirsak ternyata juga bagus ya Mbak? Dulu cuman kenal benalu teh aja. Moga-moga sekarang banyak yg mulai jualan daun sirsak itu, biar lebh mudah dicarinya.

Kalo pahit gimana kalo dicampur dengan jus sirsak, gitu? Atau diberi madu asli sedikit. Atau sambil hidungnya dipijet pas minumnya, pasti gak brasa pahitnya karena yg berasa tu hidung jadi sakit, hehe..

yik said...

Kalo sirsaknya sendiri gimana mbak? Sehat nggak? Kan minuman es sirsak enak tuh, apalagi pas panas2...

sima said...

@amd - biar pahit tapi lumayan kok, ga sepahit jamu, jadi msh bisa minum tanpa meringis...

@yik - sirsaknya juga bagus, berkhasiat seperti daunnya. dan enak... hmmmm segar...di sana ga ada kan Yik.

Elyani said...

Ngomong2 sirsak enaknya minum es sirsak di musim panas yg baru terasa panas teriknya 2 mingguan ini. Sayangnya buah exotic ini gak ada di super market disini. Pengen kelapa muda juga gak mungkin kecuali mau yg botolan made in Philippines yang rasanya seperti kelapa tua alias keras dan gak ada enak2nya sama sekali, apalagi ada bahan pengawetnya pulak! Sima thank you ya masih rajin menulis dan mengupdate keadaan Sima. Aku hanya bisa memantau cerita Sima melalui blog, kalo aku ada di Jakarta pasti Sima sudah kusambangi. Tentang si BB, aku juga gak punya benda yg sangat populer itu. BB ku sih black berry dan bluberrry yg biasa kusantap dengan pancake atau untuk buat isian pie. Disini black berry tumbuh liar di pinggir2 jalan dan menjelang musim gugur buahnya montok2. Salam sayang selalu dari Suneo dan emaknya :)

sima said...

hi Ely, tukeran yuk, kita barter sirsak dan kelapa muda dari sini, dengan BB dari sana... :))

salam buat suneo dan emaknya yg tercinta....

Faila said...

Mbak Sima, semangat terus ya...kita sama...aku juga survivor ca mamae...

sima said...

Trims ya Faila...
ya, perjuangan belum berakhir, mesti semangat terus nih.

angie said...

Mbak,sebelumnya maaf OOT. aku lagi blogwalking dan kebetulan ketemu deh sama blog punya mbak. Aku masih 17 tahun, & aku jg penderita kanker otak. Awalnya aku bener2 knock down sama penyakit aku ini,kenapa harus aku yg kena kanker otak? Aku juga pasien setia dharmais kayak mbak hehe. Tapi tadi aku liat postingan2 dari mbak, sumpah ya aku jadi ngerasa lebih optimis buat sembuh. Mbak punya semangat hidup yg tinggi ya, bener2 harus dicontoh nih hehe ^^ Makasih bgt ya mbak, mbak semangat yaa ^__^ Ganbatte hehe :)

sima said...

hi angie, apa kabar? ada tuh anaknya temennya temen, waktu sma operasi kanker otak di siloam, sekarang dia kuliah di FKG Moestopo dan kondisinya baik2 aja...
biarkan hidup mengalir, kita jalani aja apa adanya tanpa hrs banyak pikiran... :)

angie said...

Iya :) Semangatt hehe ^^

sujit erlambang said...

Gempur Kanker dengan Listrik Statis....berita di kompas tanggal 26 agustus 2011

ahmad said...

halo salam kenal ya mbak..kita sama2 orang mandiri yg berubah jadi un-mandiri,hehe..semangat ya mbak sima

putri said...

Hallo mba.salam kenal.aku jg krg lbh mengalami hal yg sm ky mbak niy.tp smua tnyt memang di pikiran qta ya mba. Kl pikiran qta positif hasilnya positif, kl mikirnya negatif qta makin skt ya mba.itu yg aku rasakan dan jd pelajaran bgt buatku

Aku jg smpt minum rebusan daun sirsak utk jangka wkt tertentu, hy begitu aku start kemo aku hentikan.krn byk tmn2 seperjuangan berpsn spy obat kemo bekerja lbh maksimal jgn digabungkan dgn herbal2 dl. Dan alhamdulillah stlh 3x kemo tnpa minum rebusan sirsak atau apapun aku mulai bs berdiri dan jln perlhn2 lg...

Smga skrg mba udh smakin sehat ya.qta sama2 berjuang...smgt sehat trs qta ya mba :)

rini ariyanti said...

Hallo.... aku mau ksh info siapa tau ada yg membutuhkan obat xeloda bisa hubungi saya via email rini.syifa0n0@gmail.com trimakasih

rini ariyanti said...

Hallo.... aku mau ksh info siapa tau ada yg membutuhkan obat xeloda bisa hubungi saya via email rini.syifa0n0@gmail.com trimakasih