Monday, March 14, 2011

Menuju Kesembuhan

Ada yang penasaran menanyakan mengapa nama blog ini, “ayomari”, berbau Jepang. Oh ya, sebelumnya aku mau mengucapkan rasa duka yang mendalam atas bencana yang menimpa negara Sakura.

Kembali ke soal nama, “ayomari" sama sekali tak ada hubungannya dengan Jepang. Kalau dengan Jawa, justru ada. Kata “ayo” sendiri merupakan bahasa Indonesia, tapi ”ayomari” bukan berarti ”ayo.. ayo.. marilah ke mari... hey.. hey... hey...” (seperti lagu jadulnya Titiek Puspa). Mari di sini berasal dari bahasa Jawa, tepatnya Jawa Tengah. Dalam bahasa Jawa Timur, mari = sudah, tapi di Jawa Tengah, mari artinya sembuh.

Dengan kata lain,”ayomari” atau”ayo sembuh” adalah ajakan untuk berjuang melawan kanker, menuju kesembuhan. Yuk.. ayuk... mari..mari.. rame2 kita hadapi kanker agar kita bebas dari gangguan penyakit yang sangat menjengkelkan ini. 

Pertanyaannya yang selalu berdengung di telinga penderita kanker adalah: Apakah aku bisa sembuh?

Jawabannya: bisa.

Asal.....mau berjuang mati-matian dan Tuhan mengijinkan.

Memang kanker ini sulit diberantas. Kalau masih dalam stadium awal, penanganannya lebih mudah dan kemungkinan untuk sembuh mencapai 80 persen. Kondisi yang sebaliknya berlaku untuk kanker stadium lanjut.

Bagaimana caranya supaya bisa sembuh?

Saat ini belum ada obat yang dapat dengan mudah membasmi kanker sampai ke akar2nya. Kemoterapi dapat memukul mundur kanker tetapi bukan berarti sel kanker betul2 hilang. Bisa saja ia muncul lagi dan menyerang ke bagian tubuh yg lain.

Hiii.. Ngeri ya. Aduh bagaimana ini… ….

Meskipun demikian, kita tak boleh berkecil hati. Banyak contoh yang menunjukkan bahwa penderita kanker bisa sembuh total, seperti Rima Melati dan Olivia Newton John. Atau, tak usah jauh2. Ibuku sendiri adalah salah satunya.

Ibu terkena kanker rahim. Tahun 1990-an rahimnya diangkat dan sekarang dalam usia 83 tahun kurang 5 bulan, ia masih cukup sehat.

Setiap pagi, begitu bangun tidur, ibu melakukan senam ringan, menggerak2an anggota badan, dan juga senam nafas. Senam nafas dilakukan dengan menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan2 melalui perut.

Setelah itu ibu berjalan pelan2 menuju ke tempat tukang sayur langganannya mangkal, beberapa ratus meter dari rumah. Olah raga sambil sekalian bersosialisasi dengan sesama pembeli dan juga penjualnya...

Dietnya sangat ketat. Dua kali sehari Ibu selalu memblender buah2an, terutama wortel dan tomat, serta sayur2an, misalnya labu siam atau terong, yang sebelumnya direbus. Beras merah juga merupakan menu pokok sedangkan gorengan dan jajanan merupakan hal yg sedapat mungkin dihindari.

Selain itu, sejak beberapa bulan yll ibu rajin membuat sop sayur lima warna dengan resep yang konon berasal dari Jepang. Sop ini terdiri dari wortel, lobak, jamur shitake, daun lobak atau sawi hijau, dan ubi jepang (kalau tidak ada, boleh juga labu kuning).

Ibuku, sama halnya dengan Rima Melati dan Olivia Newton John, menderita kanker dalam kisaran stadium 2-3.

Bagaimana kalau stadium 4?

Blog ini dibuat pada tahun 2007 ketika aku sudah memasuki stadium 4. Pada akhir tahun 2004, setelah didiagnosa menderita kanker payudara stadium 2, aku langsung menjalani mastektomi dan kemoterapi. Alhasil, pemeriksaan foto menunjukkan bahwa tak ada lagi sel-sel kanker yang bercokol di tubuhku.

Tapi kemudian ternyata kanker muncul lagi dan menyerang tulang. Karena sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, maka aku naik kelas, dari stadium 2 ke stadium 4.

Kanker stadium 4 pasti membuat orang merinding. Bayang2 kelam si malaikat pencabut nyawa pun muncul,

Ah, jangan lebai,.... Penyintas kanker stadium lanjut tak harus hidup muram. Banyak yang bisa menikmati hidup dengan berkualitas. Dapat beraktivitas dan produktif meskipun mungkin ada penurunan. Dapat ketawa-ketiwi, pergi ke sana ke mari, jalan2 ke mall...

Oh ya, ngomong2 soal jalan ke sana kemari... Kapan itu aku ke supermarket raksasa, tapi meskipun di sana hanya sekitar 1 jam, rasanya lelaaaaaah sekali.

“Itu wajar karena sebagian tenaga digunakan untuk melawan penyakit,” kata bu dokter.

Perang melawan kanker memang melelahkan. Hampir empat tahun telah berlalu sejak aku naik kelas ke stadium lanjut. Berbagai cara telah dilakukan untuk memberantasnya hingga tuntas, atau paling tidak untuk mengendalikannya agar tidak menyebar ke mana2. Perjuangan belum selesai. Pengobatan dan pemeriksaan rutin dilakukan untuk mendeteksi keberadaan sel2 kanker.

Hasil bone scan terakhir menunjukkan adanya "peningkatan kegiatan" di tulang belakang. Oohhh.. no..! Kok bisa ya? Tapi sebetulnya hasil ini nggak jelek2 amat, karena tidak ada penyebaran di bagian lain.

Dan yang lebih menggembirakan, CT scan yang dilakukan awal bulan ini hasilnya baik.. Untunglah..

31 comments:

Pucca said...

sim, gua kirain ayomari itu ayo mari masuk hehehe.. ternyata mari itu artinya sembuh toh..

memang kanker bisa sembuh kok, di kick andy kemaren ini ada beberapa penyintas kanker yang memberi kesaksian, rima melati ternyata pernah kena kanker 2 x, kanker usus dan kanker payudara, dan dia bisa sembuh dari dua2nya! :)

Titah said...

sima, pernah dengar kan tentang "you are what you think"? trus aku baca2 tentang LoA; konon kita harus membayangkan bahwa kita SUDAH mendapatklan apa yg kita inginkan (dalam hal ini: kesembuhan/kesehatan). sima harus membayangkan sima SUDAH/SELALU sehat wal afiat. maka semesta akan menghadirkan kesehatan itu pada sima. betul? tapi kayaknya gak mudah juga ya mempraktekkannya? trus aku berpikir... seandainya hukum LoA itu diintervensi pake hipnoterapi, gimana ya? setting pikiran & perasaan lewat hipnoterapi, trus biarkan Semesta menghadirkannya.. wah, kayaknya seru tuh! :)

sima said...

@pucca - ayo mari masuk ke blog saya... hehehhe...
ya, kanker bisa sembuh meskipun perlu perjuangan. doain ya supaya aku cepat sembuh dan nggak perlu banyak berobat.. bosan nih ditusuk2melulu.

@titah - memang membayangkan yg indah2 itu menyenangkan... aku juga suka lupa lho kalo sakit, maunya begini dan begitu... tapi langsung sadar kalo ternyata masih sakit karena badan nggak bisa diajak kompromi. nafsu besar tenaga kurang. LoA itu apa sih, aku kok nggak ngeh. hipnoterapi itu seperti hipnotisnya uya kuya ya?

wichaki said...

:) i love your blog!
semangat terus yaa mbak :)

ad said...

ciaaaattt...! :D

ngomong-ngomong soal lelah setelah jalan di mall atau supermarket, itu juga pengalamanku.
Ternyata aku lebih kuat jalan kaki 7km dalam cuaca dingin bersalju selama 1 jam melintas sawah ladang dari satu desa ke desa lain (di kampungku di Jerman) ketimbang jalan 20 menit di mall berAC di Jakarta.
Di lingkungan yang pertama aku justru merasa lebih bugar setelahnya, di lingkungan dengan pendingin artifisial dan berlantai beton aku malah jadi lelah fisik dan mental.

weli said...

Sima....
Aku jadi tambah semangat baca blog kamu. Soalnya aku juga BC grade 3-4. Kambuh setelah 2,5 thn. Sekarang baru beres kemo lagi, katanya sih kalo masih ada bakalan kemo beda regimen. Walah?
Yaaah... aku harus berjuang demi anak2 dan keluargaku. Hooraaay...!

sima said...

@wichaki, thanks, that's very nice of you..

@ad,
ciaaatttt... ciiiittttttt..... gedubrakkkkk... (##@@??**!!!^%^)
ah, betul itu. jalan2 di tempat yg terbuka dengan udara segar pasti lebih menyenangkan dan ga bikin cepet capek ya?
minggu lalu pulang kerja aku mau mampir ke supermarket yg letaknya di basement deket parkiran tapi batal karena temenku bilang matanya merah sepulang dari sana sedangkan 'ponakan'nya yg masih SD sesak napas karena kualitas udara di sana buruk sekali, tempatnya ber AC dan banyak polusi gas buangan mobil yg masuk ke dalam.

@weli
ngeblog merupakan terapi buat kita ya? kita jadi saling menguatkan. selain menarik manfaat juga dengan berbagi berbagai pengalaman.
btw, maksudnya beda regimen itu gimana yach? apa beda sifatnya dalam arti bahwa ia akan menyerang bagian tubuh yang lain?
jangan kambuh lagi ya... ayuk kita hadapi dengan semangat 45... :)

Rini said...

Diantara rekan2 semarga 'KANDARA', dikau paling hebat & inspiratif. Sadar gak sih...mbak Sima itu motivator yg canggih...hehehe...
Saling mendoakan ya mbak...

amd said...

Nerusin dari komen Rekan Titah, "You are what you write!" Blog ini inspiratif banget, thank you Mbak Sima, you're the best! Proud of you, Sis. :)

sima said...

hi Rini, apa kabar?
kata2mu memang selalu menyejukkan.
Rini, dikau juga harus sadar bahwa dirimu merupakan pejuang KANDARA (kanker payudara) yang paling sabar dan cantik... :)
salam ya untuk arjuna ganteng di rumah.

marilah kita saling mendoakan agar ketika badai datang, kita dapat belajar bertahan agar tak diterbangkan angin kencang, tak gentar oleh gemuruhnya hujan yang turun deras bagaikan air terjun Grojogan Sewu, dan dapat menikmati indahnya kilatan cahaya petir yang menghiasi langit yang gelap.

AMIIIIIIIN

sima said...

@amd, Rita, kamu adalah salah satu sahabat yang banyak berjasa dalam menumbuhkan semangat untuk berjuang melawan korupsi yang melanda negeri ini.
eeehh.. salah ya, Rit?
kanker dan korupsi itu memang sama2bikin susah! tapi jelas ada bedanya lho. koruptor mati masuk neraka, kalo cancer survivor masuk surga... huahahheheee....

Anonymous said...

Sima, LoA = Law of Attraction. Tak copy-in penggalan tulisanku di rumahkanker.com ya:

Secara garis besar “law of attraction” yang diterjemahkan menjadi “hukum ketertarikan” atau “hukum tarik-menarik” mengajarkan bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup manusia –baik ataupun buruk— adalah hasil perwujudan pikiran dan perasaannya sendiri. Disadari atau tidak, pikiran positif akan menghasilkan getaran positif yang direspons oleh Universe/Semesta dengan menghadirkan hal-hal positif yang dipikirkan itu; demikian juga pikiran negatif akan direspons dengan hal-hal negatif yang hadir secara nyata dalam kehidupan. Karena itu penulis mengajak kita memastikan bahwa hanya hanya hal-hal positiflah yang bergetar dalam pikiran, jiwa, tindakan, dan ucapan kita.

Konsep ini bisa terjadi dan bisa dimanfaatkan dalam seluruh aspek kehidupan; baik menyangkut hubungan pribadi/bisnis dengan orang lain, kesuksesan dalam pekerjaan, kemakmuran, maupun kesehatan, termasuk juga untuk mencapai kesembuhan dari kanker.

Secara ringkasnya, cara menerapkan law of attraction menurut buku ini adalah sebagai berikut:
1. Kenali keinginan kita yang sesungguhnya dan buang jauh-jauh gambaran/pikiran/kata-kata mengenai hal-hal yang tidak diinginkan. Ungkapkan keinginan secara jelas dengan kata-kata positif yang tidak mengandung kata “tidak”, “jangan”, “dilarang” dan sejenisnya.
2. Fokuslah pada keinginan. Berikan perhatian, energi, dan upaya penuh untuknya, termasuk mengamati keberhasilan-keberhasilan orang lain, dan membayangkan diri telah mendapatkan apa yang kita inginkan.
3. Kita harus rela keinginan kita tercapai. Maksudnya, jangan biarkan ada keraguan atau “mental block” sedikit pun, jangan biarkan ada kata ”tidak mungkin”, ”tetapi”, atau ”iya kalau...” menyelinap. Kita harus meyakini, bahkan mengimani, bahwa keinginan kita pasti tercapai. Tidak mudah? Di buku itu diterangkan dengan jelas bagaimana cara untuk menghilangkan mental block.

Ada banyak sekali buku ttg LoA di toko buku (bag. Pengembangan Pribadi), aku mendapati buku Law of Attraction, Mengungkap Rahasia Kehidupan (Michael J. Losier) cukup ringkas, mudah dipahami, dan ada petunjuk step by step-nya untuk pemula.

Uya Kuya itu menghipnotis untuk mengorek aja, kalau hipnoterapi setelah dikorek alam bawah sadarnya lantas diisi "program baru" yg serba positif. Kayaknya gitu deh, aku juga belum pernah sih. ^_^

Titah said...

wah, namaku kok gak muncul kenapa ya? pokoke yg komen "Ano" di atas itu aku. :)

Anonymous said...

Postingan sima yg selalu kutunggu2...ngga semua blog enak dibaca lho Sim,tp di ayo sembuh ini ngga ada satu pun yang aku lwt kan cerita nya hehehe...kl udah tulang belakang yg kena....pengaruh ngga ke performance hematologi rutin mu (hb, leu n trom)sim? Bokap ku selalu nilai merah buat ketiga itu terutama trombosit....gimana caranya ya Sim buat naikin tiga2nya....ada ide? matur nuwun

sima said...

hi Titah, trims ya atas penjelasanya tentang LoA. energi positif ini memang hebat sekali dan perlu dikembangkan untuk memperkuat kesehatan jasmani dan rohani kita.

Anonymous said...

Postingan sima yg selalu kutunggu2...ngga semua blog enak dibaca lho Sim,tp di ayo sembuh ini ngga ada satu pun yang aku lwt kan cerita nya hehehe...kl udah tulang belakang yg kena....pengaruh ngga ke performance hematologi rutin mu (hb, leu n trom)sim? Bokap ku selalu nilai merah buat ketiga itu terutama trombosit....gimana caranya ya Sim buat naikin tiga2nya....ada ide? matur nuwun

sima said...

hi Ano,
trims ya, jadi GeeR nih.. hehehe..
kena kenker sendiri sudah pasti bisa pengaruh ke hb, leu n trom. kalo aku kecapean, pasti hb anjlok dan lemes. kata bu dokter, hb sedikit rendah itu normal, asal sedikit lho... misalnya hb = 11 sedangkan normalnya = 12, tapi kalo udah dibawah 10, itu kurang bagus.
cara naikinnya, minum sangobion atau hemoglobin.
katanya kurma itu bagus buat naikin Hb.
aku juga harus mulai minum hemoglobin lagi buat naikin Hb nih (dan makan kurma kalo ada... )
oh ya, aku juga minum Tonikum supaya badan lebih kuat, tp krn baru mulai, blm terasa hasilnya.
salam buat bokap ya.

Anonymous said...

Halo Mbak Sima, saya Kitty, saya divonis kanker getah bening, stadium 3B setahun lalu. Saat itu saya benar-benar bingung dan ketakutan dengan apa yang akan terjadi dengan diri saya. Hampir enam bulan saya menunda untuk kemoterapi karena ketakutan yang berlebihan terhadap proses kemo. Saya masih berharap ada keajaiban dengan mengkonsumsi berbagai obat-obatan herbal, walapun hasilnya nihil. Namun setelah menemukan dan membaca blok Mbak Sima, saya jadi bisa lebih membuka mata. Mbak Sima begitu kuat dan berani menjalani semua ini, saya benar benar kagum. Akhirnya sekarang saya tinggal menyelesaikan 1 siklus lagi kemoterapi dan hasil PET Scan menunjukkan kalau sel-sel jahat itu sudah tidak ada lagi dalam tubuh saya.

Terimakasih banyak Mbak Sima atas inspirasinya, semoga lekas sembuh.

Salam hangat saya dan keluarga untuk Mbak Sima

Ferdi said...

Hi mbak Sima,

Saya suka main ke blog mbak salah satunya karena nama blognya yg mengajak untuk sembuh,.inspiratif banget mbak.

Coba namanya 'ayoloro', pasti ga ada deh yg kesini. Haha..

Oiya, soal LoA itu, kmrn saya dikasih buku n DVD oleh seorg sahabat. Selain yg dituliskan mbak Titah diatas, yg tidak kalah penting juga rasa syukur (gratitude).

sima said...

halo Kitty...
apa kabar? memang kemo itu merupakan hal yang tidak menyenangkan tapi merupakan terapi yg ampuh untuk melawan kanker. kita jalani saja untuk kebaikan kita sendiri. kalau aku lagi merasa sakit karena kemo atau terapi lain, aku selalu berpegang pada kata2 mutiara yg dulu diajarkan oleh bu guru di SD: "berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian...."

syukurlah Kitty dapat menjalani kemo dengan baik dan PET Scan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

usaha yang sungguh2 pasti membawa hasil yang bermanfaat.

sima said...

hi Ferdi,
aku suka komentar kamu soalnya lucu2... hihihi....
'ayoloro' itu artinya kan 'ayosakit', kalo ada blog dengan nama itu, paling2 itu blog bikinan pemilik apotek....
kalo 'ojoloro' bagus juga ya, atau lebih bagus lagi 'ayondangmari' (ayo cepat sembuh)

setuju, kita harus mensyukuri segala sesuatunya, nggak boleh ngomel2, marah2, uring2an... eh, boleh deh, namanya juga manusia, pasti dong sesekali bisa emosi... tapi sebentar saja ya, jangan keterusan...

anastasia said...

Hi Sima...

it's nice to know you. bagaimana keadaan nya sekarang.

mbak sima bisa jadi inspirasi bagi tante saya. dia terdeteksi kanker kelenjar stadium 1, dan harus kemo 6 x, mulai minggu depan

sima said...

hi Anastasia...
keadaanku baik2 saja... trims ya :)
bagaimana dengan tante? semoga kemo lancar dan membawa hasil yang menggembirakan.
salam untuk tante tercinta...

yik said...

Mbak Sima, pa kabar? Ibumu ternyata hebat ya... Pantes mb Sima juga hebat. Like mother like daughter :) Take care yah.

kitty said...

Baik Mba Sima, sekarang lg menjalani siklus terakhir kemoterapi. Kalau sudah sembuh nanti saya pengen ketemu langsung dengan Mba Sima, boleh ya mba, nanti saya main ke Jakarta.

Sehat terus ya Mba Sima :)

sima said...

hi Kitty,
apa kabar?
nggak terasa sudah hampir selesai ya kemonya.
Kitty tinggal di mana? tentu saja boleh ketemuan.
nanti kabar2i ya kalau mau main2 ke Jkt supaya disiapin karpet merah.. :)

sima said...

@ yik
kabarku baik.. trims .. semoga kamu juga lebih baik ..
ibu2 memang harus diacungi jempol, makanya ada pepatah
surga di bawah telapak kaki ibu..

Dunia Kelinci said...

keep spirit....
gambaru.....
jangan putus asa, BC bukan akhir segalanya.

makasih juga buat semangatnya yang menginspirasi..., saya juga lagi berjuang untuk kesembuhan putri saya yg mengalami kelainan jantung ToF.
Kesabaran, ketekunan dan doa...selamat berjuang...!!!

liez said...

Hai sim... :) *salam kenal*

kami berdoa agar Tuhan memberikanmu kesembuhan. doakan kami juga ya! :D

sima said...

hi auren,
setuju 100%, BC bukan akhir segalanya. kita harus terus menyalakan semangat dalam menghadapi semua ini.
apa kabar putri tercinta? she is in my prayer.

hi liez...
salam kenal kembali :)
mari kita saling mendoakan.Tuhan pasti mendengar doa yang dipanjatkan dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik bagi kita semua. amin.

bachtiar arif said...

Pendeteksian kanker dengan metode ini apakah cukup akurat? dengan artian kalau memang terjadi demikian yang telah disebutkan berarti apakah dia sudah dipastikan menderita kanker tersebut? Dan kalo senam tersebut baiknya memilih baju senam wanita yang bagaimana yah gan? ^^ terimakasih banyak :3