Thursday, April 8, 2010

Belum kemo sudah stress

Jauh-jauh hari sebelum kemo ke-2 yang dijadwalkan pada hari Sabtu, 3 April 2010, bu dokter sudah wanti-wanti perlunya botol cairan infus dan selang infus khusus.

“Selang infusnya pake filter, sedangkan botol infus terbuat dari plastik khusus, warnanya agak butek,” katanya. “Kalo pake yg biasa, plastiknya bisa kemakan.”

Jadi, ketika memesan obat ke distributor, aku meminta agar jangan lupa sekalian dengan selang infus dan botol infusnya yang khusus. Pinginnya sih obat diantar hari Rabu, tapi pak Sales baru bisa mengantar hari Kamis siang menjelang sore. Ya sudah, yang penting beres.

Sekitar jam 2:30, pak Sales muncul di lobi kantor dengan membawa obat kemo Paclitaxel bermerek dagang Paxus yang diproduksi oleh Kalbe, beserta selang infusnya.

“Lho, mas, mana botol infusnya?”
“Pakai yang biasa saja, nggak apa.”
“Nggak bisa, mas, mesti yang khusus.”
“Dulu memang pada awalnya memakai botol khusus, tetapi sekarang sudah memakai yang biasa.”

Tentu saja aku nggak terima. Segera aku ke ruang kerjaku untuk mengambil buku agenda yang memuat nomor telepon Kalbe (kenapa ya, ga aku simpan di hape?). Benar saja. Pihak Kalbe menjelaskan bahwa setiap pembelian obat itu pasti disertai dengan botol infus dan selang infus khusus. “Kalau memakai yang biasa, nanti efektivitasnya bisa berkurang,” katanya.

Minggu sebelumnya, aku membeli obat di RS Dharmais. Pihak farmasi juga tidak memberikan selang dan infus khusus. Akibatnya, kemo yg dilaksanakan di RS lain itu tertunda selama hampir 2 jam karena harus menunggu datangnya selang infus yang diusahakan oleh bu dokter.

Aku lalu menghubungi Dharmais. Siapa tahu, mereka memiliki persediaan selang dan botol infus khusus untuk kemo.

“Mas, minggu lalu saya membeli Paxus di situ. Seharusnya kan ada botol dan selang infus yang khusus, tetapi kemarin saya diberi yang biasa.”
“Di sini adanya yang biasa.”
“Bukannya harus memakai selang dan botol infus yang khusus?”
“Tidak ada yang khusus. Kalau tidak percaya, tanya saja bagian pengoplosan obat di ekstension *&%@,” katanya.
“Oh, ya makasih mas, nanti saya telepon bagian pengoplosan,” kataku sambil menuju ke lobi. Eh, begitu sampai lobi, nomornya lupa.

Kepada pak Sales, aku jelaskan bahwa menurut Kalbe, harus ada selang dan botol infus khusus.
“Tidak. Dulu memang begitu, sekarang sudah tidak lagi,” ia bersikeras.
Maka aku telepon kembali Kalbe dan membiarkan hape-ku ke pak Sales agar ia berbicara langsung dengan mereka. Setelah itu baru ia percaya. Tapi karena hari sudah sore, ia tidak sanggup mencari botol infus itu.

Akhirnya aku mengalah. Aku bertekad akan berusaha mencarinya sendiri.

Malam hari selepas pukul 19:30, setelah pekerjaan selesai, aku coba menghubungi RS PIK, RS Gading Pluit, RS Fatmawati, RSCM dan RS Pertamina melalui telepon. Apotik di RSCM dan RS Pertamina tidak menjawab sedangkan di tempat lain, tidak ada.

Stres rasanya. Rasa capai akibat bekerja ditambah capai mental. Kepala langsung pusing. Nyut.. nyut.. nyut… Akhirnya aku menyerah. Aku SMS bu dokter.

“Saya masih ada persediaan satu,” balasnya.

Oh, leganya… Tapi kepala sudah terlanjur nyut-nyutan… dan perlu waktu untuk menenangkan pikiran.

Yang jelas, pada hari Sabtu, kemo berjalan lancar. Infusnya hampir 3 jam, sedangkan pesiapannya hampir 1 jam.

Syukurlah, tak ada efek samping yang berarti. Pulang kemo masih bisa nyetir. Hanya saja kemarin dan kemarin lusa sempat agak pusing, tapi kelihatannya ini lebih karena pekerjaan, bukan kemo…

6 comments:

Pucca said...

weleh.. pasti pusing lah sim, gua juga sebel ih udah dibilang mau botol khusus kalo gak ada kasih tau kek awal2 ya, jadi kita gak kerepotan cari mendadak gitu..
lagian udah abis duit beli obat kemo mahal2 cuma gara botolnya salah nti gak efektif kan sayang..
ternya infus kemo itu lama ya sim, bisa 3 jam..

ferdi said...

wah..mba Sima hebat euy, habis kemo masih bisa nyetir. Kalo saya, habis kemo musti disuntik macem-macem, lebih banyak dari obat kemonya sendiri. hehe......good job mba..

once_alifetime said...

Mbak, apa titip bu dokter itu aja sediain agak banyak,jadi gak jadi pikiran.. Mudah2an selanjutnya lancar ya:)

yik said...

Hmm... kira2 pd kemana ya botol2 infus khusus yg seharusnya dijual bareng obatnya? Mb Sima pusing soal kerjaan? Tapi bukan krn orang2nya kan? Org kantor baek2 kan ya :)

sima said...

@pucca, infusnya lama krn ga cuma sekali vi, tetapi 4-5x. selain obat kemo, juga dikasih beberapa macam obat untuk mengurangi efek negatif kemo terutama obat anti mual dan anti pusing, anti gores, anti penyok, anti miskin.... hehehhe...
sales-nya sekarang serius, jadi untuk kemo yg ke-3 hari sabtu besok, barangnya udah ada :)

@ferdi, aku bersyukur daya tahan tubuh termasuk kuat, mungkin krn banyak makan...
sama fer, obatku banyak lho. moga2 kamu jg baik2 aja dan tetap semangat ya...

@eli, makasih ya atas dukungannya...
bu dokter waktu itu bilang persediaannya cuma tinggal 1-1nya itu, sekarang dah abis dan makin susah kl mau menghubungi bos apotik langganannya. katanya, di singapur banyak yg jual.
untuk kemo selanjutnya aman, krn sales obat dah nemu channel buat ngedapetin botol infus sama selang yg khusus itu krn dia punya kenalan orang dalam.

@yik, nah... itu dia pertanyaannya. aku jg bingung, kemana botol infus dan selang yg seharusnya satu paket sama obatnya?
orang kantor baek2 dong, yik.. :)
kemarin pusing bukan kerjaan kantor, tp kerjaan lain, obyekan ... ya lumayanlah buat beli obat... hehehhe....

Anonymous said...

Mba apakah efek dar paxus? Ibu saya besok baru mau pakai. Apakah akan mwnurunkan leukosit seperti doxorubixin?