Tuesday, September 2, 2008

Obat kanker gratis

Hah? Yang bener aja…. Jaman sekarang mana ada barang gratis. Apalagi obat kanker kan mahal.
Tapi ini beneran. Aku mendapatkan 1 dos Femara berisi 30 tablet dengan cuma-cuma alias gratis.
Ceritanya begini. Tgl. 15 Agustus 2008 ketika bu dokter melihat bahwa ada penyebaran baru di tulang, ia menyuruhku melakukan CT scan untuk melihat apakah ada organ tubuh lain yang kena. Kalau ada yang kena, maka aku harus menjalani kemoterapi. Kalau tidak ada, maka ia menganjurkan aku berhenti minum obat Aromasin dan menggantikannya dengan Femara.
“Kita punya program gratis 1 boks Femara untuk pasien yang baru pertama kali minum obat ini,” kata dr. Tan Sing Huang dari National University Hospital di Singapura.
“Tapi nggak tau ya, apakah ini khusus untuk pasien yang disubsidi (maksudnya, warga Singapura) atau bisa untuk semua,” ia menambahkan.
Untuk memastikannya, ia lalu menelpon bagian farmasi. Ternyata tak ada aturan bahwa program itu hanya ditujukan untuk orang Singapura.
Jadi aku bisa mendapatkan 1 boks gratis.
NUH juga bekerja sama dengan perusahaan obat yang memproduksi Zometa. Setiap pasien yang membeli 2 boks, mendapatkan gratis 1 boks. Sayang sekali, program ini hanya berlaku bagi warga negara Singapura.
Karena hasil CT scan lumayan baik, maka aku tak perlu kemo dan mulai minum Femara.
Selain itu, infus bulanan dengan Zometa untuk menguatkan tulang harus terus dijalankan. Sedangkan suntikan Zoladex yang tadinya dilakukan setiap 3 bulan sekali diubah frekuansinya menjadi sebulan sekali.
“Ada penelitian yang menyebutkan kalau suntikan tiap bulan lebih efektif daripada tiga bulan sekali,” kata bu dokter.
Dosisnya sih sama. Kalau tiga bulan sekali, yang dipakai adalah Zoladex ukuran 10,8 ml. Untuk suntikan sebulan sekali, dosisnya 3,6 ml.
Besok lusa adalah jadwalku untuk infus Zometa, sekalian suntik Zoladex. Aku SMS pak Didit dari Apotik Prima untuk memesan obat.
Harga Zometa masih sama, Rp 3.275.000. Ini paling murah dibandingkan dengan harga di tempat lain, termasuk Apotik Grogol dan apotik di RS Dharmais.
Bulan lalu harga Zoladex dosis 10,8 ml adalah Rp 3.735.000. Jadi kalau dosis 3,6 ml, seharusnya 1/3 juga harganya. Tapi pak Didit memberi aku harga Rp 1.486.000. Wah, kok mahal ya? Aku cek Apotik Grogol, harga di sana Rp 1.420.000. Jadi aku tawar seperti harga di Apotik Grogol, dan pak Didit balas 'ok' (seharusnya aku menawar kurang dari harga Apt Grogol ya? Wah dasar bukan tukang nawar nih… ).
Sedangkan harga Femara di Apt Prima adalah Rp 1.765.000 per boks, lebih murah dari harga yang ditawarkan Apt Grogol, yaitu 1.805.000.
Selain itu aku juga harus minum 2 tablet CDR Fortos tiap hari. Kemarin beli di Giant Rp 26.250. Kalau di Carrefour Rp 28-ribuan. Di Apt Prima, setelah ditawar, harganya turun dari Rp 27 ribu menjadi Rp 26 ribu. Padahal bulan Juni atau Juli yll aku beli di Giant harganya masih Rp 23-ribuan. Cepet juga naiknya ya.
Sayang sekali, obat-obat itu nggak dijual di Yayasan Kanker Indonesia, padahal ia menyediakan obat-obat untuk kemoterapi. Kalau ada, pasti harganya lebih murah karena disubsidi.
Lebih bagus lagi kalau dokter atau RS di sini, seperti halnya kolega mereka di Singapura, bekerjasama dengan perusahaan obat untuk memberikan paket-paket menarik seperti program “beli dua gratis satu” untuk Zometa, dan “gratis satu boks pertama” untuk Femara. Syukur2 bisa “beli satu gratis satu” untuk Zoladex.
He..he..he…maunya sih… begitu…
Malahan kalo bisa sih maunya ya.. gratis semua… Seperti di Cuba atau Brunei Darussalam yang kabarnya semua biaya kesehatan termasuk obat ditanggung pemerintah.

11 comments:

Elyani said...

Hi Sima,

Masih untung dokter di Singapura kalau bener gratis untuk pasien ya dikasih gratis. Di Indo kayaknya gak bakal deh dokter atau RS mau ngasih obat gratis seharga hampir 2 juta`an seperti Femara. Aku juga kemarin dikasih vitamin untuk tulang (Hi Bone) dan Nutrafor Balance untuk menyeimbangkan hormon, gara2 aku bilang hot flashesnya kok betah amat ya? adahal sudah gak mengkonsumsi Danocrine, tapi rasa gerah pada punggung tetap saja. Emang bener enaknya berdiri dekat kulkas...hehehe!

Program Femara berlangsung berapa lama? Kalau warga Singapura tapi bukan pasien boleh beli gak? Adik-ku sih sudah warga Singapura. Mau coba minta tolong gak? (tapi dia kerja)...hihihi...nawarin kok bingung :) Moga2 Sima sehat2 selalu ya!

Anonymous said...

Mbak Sima,

Setuju aku. Coba lebih diperbanyak yha fasilitas free obat kanker hehehe.

Di Indonesia aku juga pernah dengar pengalaman teman-teman yang mendapatkan kalau gak salah buy 2 get 1 obat kemoterapi. Obatnya apa aku lupa (taxol atau taxotere atau apa yha hihihi pikun dah lupa). Asal jangan harga promosi itu sudah diperhitungkan dengan strategi pemasarannya yha. Jadi ujung-ujungnya yha gak murah juga. Ternyata paling enak kalau gak sakit kanker yha.

Ada teman-teman juga yang mendapat obat kemo gratis di Indonesia sini. Walau ada kriteria siapa yang boleh mendapatkan tapi lumayan juga bagi yang kebetulan cocok dengan obat tersebut. Untuk mendapatkan info harga promosi, obat murah atau bahkan gratis jangan malu-malu bertanya ke dokter onkologi. Biasanya dokter mengetahui kalau ada program-program yang bisa membantu pasiennya.

Mbak Sima, kapan-kapan datang ke acara cisc yha. See you.

Anonymous said...

Mbak Sima,

Ini Yuniko, nambahin comment sebelumnya. Hehe bingung kan gak ada namanya.

Salam CISC

titah said...

Semoga Tuhan slalu kasih Sima kesehatan dan kekuatan untuk "ngejar setoran" ya... juga kasih Sima kesehatan yang murni, sehat sesehat-sehatnya, amin...

sima said...

halo mbak Yuni,
waktu aku mau kemo, dokterku di MMC bilang: beli obat di YKI lebih murah. betul, memang harganya lebih murah. tapi MMC nggak mau rugi, pasien yang membawa obat dari luar dikenakan biaya verivikasi.
yang menyakitkan, aku ditipu suster di MMC, katanya obat kurang dan harus beli lagi (ceritanya ada di tulisanku sebelumnya yg berjudul Cheating Nurse/Tertipu- http://ayomari.blogspot.com/search/label/Cheating%20Nurse%20%28Tertipu%29)dan waktu aku lapor ke dokternya, dia bilang: "mungkin susternya bingung."

sima said...

hi Titah...
trims yach... tau aja sih kalo aku lagi ngejar setoran.
ternyata cape juga ya jadi sopir angkot. ha.ha.ha..
tapi aku bersyukur.. Tuhan maha baik, rejeki ada saja.

sima said...

saya tadi pagi nyari odol di laci, eh nemu Tamoplex 24 tablet (HET Rp 180.400/boks isi 30 tablet), expiry date Jan 2009.tapi sayang sudah terlalu lama tersimpan di laci yang kalau siang hari panas sekali sedangkan menurut aturan di kemasan, obat itu sebaiknya disimpan dalam suhu 15-25 derajat celcius.

sima said...

hi Ely,
program Femara gratis itu hanya berlaku pada saat pertama kali kita minum obat itu. dan itu hanya untuk orang yg kena kanker... bukan berarti setiap warga negara singapur bisa ikut program itu lho..
untung ya ada kulkas, jadi kalo lagi kepanasan bisa buka pintu kulkas dan duduk2 di depannya .. :)

Anonymous said...

Hi..all
Saya dapat info kalau Zoladex sudah masuk di YKI, disana harganya memang membantu pasien sekali..
Obat2 chemo juga tersedia dengan harga lebih murah dibandingkan apotik..

sima said...

hi ano,
itu kabar baik, saya senang mendengar bahwa Zoladex sudah masuk YKI. ya, memang YKI obat2nya lebih murah, katanya karena disubdisi.salut untuk YKI

Obat Kanker said...

wah bisa dapet obat kanker secara gratis tuh enak banget,
ada obat lain yang gratis lagi gak