. Tenaga sukarela dari organisasi ini datang ke rumah penyintas kanker yang masih menjalani pengobatan dan menanami kebunnya dengan aneka bunga sesuai permintaan.
. “Ini adalah hadiah yang luar biasa,” kata Kathy Makiver, 46, yang tahun lalu menjalani pengobatan kanker payudara dan sekarang terkena kanker rahim sehingga perlu dikemo.
. Kathy senang dapat bersantai di taman yang indah dan menikmati hobi berkebun bersama Hope in Bloom, yang sudah membuatkan taman bagi 41 pasien kanker.
. “Berada di taman bunga atau berkebun menurunkan tekanan darah, meredakan stres, dan mengurangi rasa cemas,” kata Roberta Dehman Hershon, pendiri Hope in Bloom.
. Berbeda dengan karangan bunga yang mudah layu, taman yang dirawat akan berkembang semakin indah. Bahkan dapat membantu pasien dalam proses penyembuhan.
. “Pasien saya yang kebunnya ditanami merasa nyaman, ada efek kesembuhan serta sungguh menyenangkan,” kata Dr. Gerburg Wulf dari Breast Care Program di sebuah rumah sakit setempat.

. Ketika taman Paula Cavallaro ditanami bunga-bungaan tahun lalu. Pensiunan guru yang menderita kanker payudara itu berkata dalam hati, “Aku ingin hidup untuk melihatnya bersemi.” Dan iapun tetap hidup.
. “Aku ingin sesuatu yang indah dan cantik, serta teduh,” ujarnya. “Juga tempat burung-burung singgah.”
. “Senang sekali bisa keluar dan menyiangi kebun dan menanam. Menyentuh tanah dan terlibat dengan kegiatan alam. Hidup adalah siklus. Bunga berkembang dan mati dan ada tunas baru di musim semi. Hidup kembali. Ini memberimu harapan.”
http://www.boston.com/news/local/articles/2008/07/31/planted_with_love_gardens_help_cancer_patients_heal/







